Selasa, 01 Januari 2013

BEKAL UNTUK HARI KEMUDIAN



Oleh : Nyayu Via atindu
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Assallah tuasallah muala asrafil anbiyah iwal mursalin wa allah alihi wasabihi ajma’in amma ba’du.
Yang Terhormat Dewan juri beserta teman – teman sekalian yang saya sayangi.

Pertama-tama marilah kita pankatkan puji syukur kita kepada allah SWT, karena berkat rahmatnya kita dapat berkumpul di tempat ini.

Shalawat beserta salam tidak lupa pula kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat dan Insyallah kita menjadi pengikut Sunahnya sampai akhir zaman, amin ya Robbal alamin.

Berdirinya saya disini akan menyampaikan Ceramah yang berjudul “ BEKAL UNTUK HARI KEMUDIAN”.

Hakekat kehidupan di dunia ini; yang sesungguhnya adalah merupakan tempat persinggahan yang cepat musnah dan cepat berpindah. Bukan merupakan tempat tinggal yang kekal untuk bersuka ria.

Sesungguhnya di dunia terdapat   harta simpanan, yang didalamnya dititipkan amal – amal shaleh yang bisa mendekatkan kepada Rahmat Allah dan Keridhaan-Nya.
Oleh karena itu orang yang mempunyai akal adalah orang yang tidak menganggap dunia ini sebagai tujuan utama, bukan harta dan kemasyuran nama besar yang menyibukkan dari hari ke hari, melainkan dengan harta, jiwa dan raganya ia sibuk mengerjakan amal shaleh yang ikhlas sebagai bekal di hari kemudian yaitu di alam akherat.

Kaum Muslimin Wal Muslimat Rahimah Kumullah
Tahun demi tahun berlalu, semakin hari umur kita semakin berkurang, semakin hari kita semakin mendekati ajal, sementara dosa – dosa yang kita lakukan semakin hari semakin bertambah akibat ketidaktaatan kita kepada Allah SWT.
Jika dosa semakin bertambah, tidak ada yang dapat dilakukan lagi kecuali dengan taubat yang tulus dan murni, dan kembali kepada Allah Azza wa jalla dengan hati yang penuh rasa takut, harapan dan penyesalan atas segala keteledoran dan amal jelek yang telah lampau;

Kaum Muslimin Wal Muslimat Rahimah Kumullah
Sungguh aneh, orang – orang yang mengadakan pesta ulang tahun pada saat umurnya bertambah. Apalagi jika orang ini usia sudah lanjut, sementara pesta ulang tahunya dilakukan dengan hura – hura dan kemaksiatan. Padahal usianya malah semakin  dekat ia dengan kematian yang bakal menjeputnya dan bukan bertambah kekal ia hidup di dunia.
Rasurullah Saw, ketika memberi wasiat kepada para sahabatnya, dimana beliau bersabda kepada Abdullah bin Umar, yang artinya :
“ Adalah kamu di dunia ini seakan kamu seorang pengembara atau seorang yang lewat jalan”,
dan Ibnu Umar pun berkata, yang artinya :
“ Jika kamu memasuki waktu sore, maka janganlah kamu menantikan datangnya waktu pagi. Dan jika kamu telah memasuki waktu pagi, maka janganlah kamu menantikan datangnya waktu sore. Dan gunakanlah dari waktu sehatmu untuk sakitmu, dan dari hidupmu untuk matimu”.

Kaum Muslimin Wal Muslimat Rahimah Kumullah
 Waspadalah kita tertusuk penipuan panjangnya angan – angan yang dihembuskan setan, senantiasa mengikuti kebohongan – kebohongan harapan – harapan palsu hampa. Karena itu semua adalah godaan  yang sering menjerumuskan ke dalam lembah kejahatan.
Dalam jangka waktu yang tidak lama kita akan berjumpa dengan Tuhan, kita akan dihadapkan pada persidangan agung untuk verifikasi atau penelitian amal – amal sampai sekecil biji dzarrah pun. Di Mahkamah Akherat, para malaikat tidak bisa disuap, semua anggota tubuh kita menjadi saksi yang langsung bicara sendiri – sendiri melaporkan segala apa yang telah diperbuat di dunia, tidak ada satupun yang disembunyikan, yang baik maupun yang buruk semua di bongkar bukan hanya transparan tapi betul – betul secara jelas dan nyata.
Benar – benar kita menghadapi persidangan yang sangat berat, yang bisa memutihkan rambut kepala bayi, karena sangat takutnya. Orang yang ahli amal ketaatan saja masih merasa ketakutan, apalagi orang – orang yang durhaka, ahli maksiat dan mengabaikan kewajiban?
Maka dari itu, Kita harus menambahkan amal – amal shaleh yang bisa mendekatkan kepada Rahmat Allah SWT.

Demikianlah Ceramah ini saya akhiri bila ada kesalahan Saya mohon maaf, pada Allah Saya Mohon ampun.

Wabilahit taufiq walhidayah
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar